The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Alur Deteksi COVID-19



1. Mengalami Demam


Anda tidak perlu panik jika terkena demam atau merasa tidak enak badan yang disertai peningkatan suhu tubuh. Sebelum datang ke fasilitas kesehatan terdekat, periksa gejala Anda melalui Prixa sembari beristirahat di rumah. Dengan menggunakan Prixa, Anda bisa mengetahui apakah Anda cukup beristirahat saja sambil memantau kondisi tubuh selama beberapa hari ke depan atau memang perlu berkonsultasi dengan dokter. Dengan demikian, petugas layanan kesehatan dapat fokus mengalokasikan waktu untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan penanganan langsung.




2. Muncul Gejala Batuk dan Gangguan Pernapasan


Pemeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) jika demam tidak kunjung membaik setelah tujuh hari. Periksakan pula diri Anda jika demam diperparah dengan keluhan lain seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, ataupun gangguan pernapasan.


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengunjungi fasyankes. Pertama, sebaiknya hindari penggunaan transportasi umum. Untuk mencegah penularan, gunakan masker dengan benar dan jaga jarak aman setidaknya dua meter dengan orang di sekitar. Perhatikan juga etika batuk dan bersin, yaitu dengan menutup mulut dan hidung dengan lengan baju atau tissue.


Perlu diingat, apabila Anda memiliki riwayat bepergian ke negara yang sudah dikonfirmasi terjadi penularan virus Corona antar manusia, Anda akan dimasukkan ke dalam golongan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Negara-negara tersebut di antaranya Cina, Jepang, Korea Selatan, Iran, Italia, dan Malaysia. Anda akan dianjurkan untuk menghindari kontak dengan orang lain dan mengisolasi diri di rumah selama minimal 14 hari. Meski bisa jadi ODP tidak menunjukkan gejala apapun, pendataan dan pemantauan ODP tetap harus dilakukan.




3. Diketahui Memiliki Riwayat Kontak dengan Pasien Positif COVID-19


Di fasyankes, dokter akan mengevaluasi keadaan klinis Anda untuk menentukan apakah Anda masuk ke dalam kriteria Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Jika tidak, Anda akan mendapatkan perawatan sesuai diagnosis dokter, baik berupa rawat jalan atau rawat inap. Akan tetapi, jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Anda merupakan PDP, Anda akan dirujuk ke salah satu RS rujukan dengan didampingi oleh petugas kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri (APD). PDP yang memiliki riwayat kontak dengan orang yang dinyatakan positif COVID-19 akan digolongkan sebagai kasus suspek. Selanjutnya, pasien ditempatkan di ruang isolasi sambil menunggu pemeriksaan spesimen.




4. Pemeriksaan Spesimen


Baik PDP maupun suspek COVID-19 akan melalui pemeriksaan spesimen. Menurut Staf Mikrobiologi Departemen Patologi Klinik RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, terdapat 3 spesimen yang wajib diambil. Spesimen pertama berupa sediaan apusan dari saluran nasofaring (bagian atas tenggorokan) dan orofaring (tenggorokan). Spesimen kedua yang wajib diambil adalah dahak, aspirat trakea atau bronchoalveolar lavage (BAL) yang berasal dari saluran napas bagian bawah. Spesimen ketiga yaitu spesimen serum sebanyak 2 ml yang diambil dari 5 ml darah. Pemeriksaan ini dilakukan di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) dan Genom Sekuensing. Hasil pertama dari pemeriksaan tersebut akan keluar dalam waktu 24 jam.



5. Tindakan yang Diambil Berdasarkan Hasil Tes


PDP maupun Suspek COVID-19 akan dipulangkan jika mendapatkan hasil negatif dari pemeriksaan spesimen. Namun demikian, pemantauan berkala akan tetap dilakukan untuk memastikan kesehatan yang bersangkutan dan orang-orang di sekitar. Lain halnya jika hasil pemeriksaan tes spesimen tersebut positif. Dalam hal ini, pasien akan dirawat di ruang isolasi RS rujukan dan menjalani pemantauan ketat hingga sembuh.


Referensi

1. Lakukan protokol kesehatan ini jika mengalami gejala COVID-19 [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020. https://www.kemkes.go.id/article/view/20031700002/lakukan-protokol-kesehatan-ini-jika-mengalami-gejala-covid-19.html. Diakses 17 Mar 2020.

2. Jejaring laboratorium pemeriksaan COVID-19 [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020. https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/COVID-19%20dokumen%20resmi/5%20Keputusan%20Menteri%20Kesehatan%20RI%20Nomor%20HK0107MENKES1822020%20tentang%20Jejaring%20Laboratorium%20Pemeriksaan%20Coronavirus%20Disease%202019.pdf. Diakses 17 Mar 2020.