top of page
Search

Alopecia Areata: Penyakit Autoimun Penyebab Kebotakan

Prixa.ai - 30 Maret 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

Alopecia areata penyakit autoimun penyebab kebotakan

Prixa, Jakarta - Hampir semua orang pernah mengalami rambut rontok. Akan tetapi, sebagian orang mengalami rambut rontok dalam jumlah yang banyak hingga dapat mengalami kebotakan. Salah satu kondisi yang mengakibatkan kebotakan adalah alopecia areata.


Dilansir dari Healthline, alopecia areata adalah gangguan autoimun yang menyebabkan rambut rontok di bagian-bagian kecil yang bentuknya seperti pola bulat (patches). Kondisi ini dapat berkembang ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut yang kemudian mengakibatkan kerontokan. Meski umumnya terjadi pada kulit kepala, beberapa kasus alopecia areata juga dapat terjadi pada alis, bulu mata, dan wajah.


Tingkat kerontokan dan pertumbuhan kembali rambut dapat bervariasi. Alopecia areata dengan tingkat kerontokan yang tinggi dan pertumbuhan rendah dapat menyebabkan alopecia universalis atau rambut rontok total. Hal ini dikarenakan saat rambut tumbuh kembali, kemungkinan penderita kondisi ini akan kembali mengalami kerontokan.


Dikutip dari Cleveland Clinic, reaksi autoimun alopecia areata dapat dipicu oleh susunan genetik seseorang. Selain itu, virus atau zat tertentu juga dapat meningkatkan risiko alopecia areata.


Gejala alopecia areata

Dilansir dari Asosiasi Dermatologi Amerika Serikat (AAD), satu-satunya tanda alopecia areata yang paling nyata adalah kerontokan rambut yang terjadi secara tiba-tiba. Rambut yang rontok akan menimbulkan pola bulat (patch) pada kulit kepala penderita alopecia areata. Terkadang, pola bulat tersebut juga dapat tumbuh lebih besar dan menjadi titik botak yang sangat jelas.


Selain adanya pola bulat kebotakan, orang-orang dengan alopecia areata juga dapat mengalami tanda seperti berikut:

  1. Uban masih dapat terlihat di tempat kerontokan rambut

  2. Rambut mulai tumbuh di bagian yang botak namun rontok kembali di bagian lain

  3. Rambut rontok semakin sering terjadi jika temperatur cuaca rendah


Alopecia areata biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala lainnya. Akan tetapi, tepat sebelum rambut rontok, beberapa orang merasakan kesemutan, gatal, atau rasa terbakar pada area kulit yang akan mengalami kerontokan.


Penanganan Alopecia Areata

Hingga saat ini, obat untuk alopecia areata belum tersedia. Pasien biasanya melakukan pengobatan untuk membantu rambut untuk tumbuh kembali dengan lebih cepat sesuai saran dokter.


Kortikosteroid

Dilansir dari Medical News Today, pengobatan alopecia areata yang paling umum adalah penggunaan kortikosteroid, yaitu kelompok obat yang mengandung hormon steroid sintetis. Obat anti inflamasi ini dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan menghambat perdagangan. Kortikosteroid biasanya diberikan melalui suntikan lokal, aplikasi salep, atau secara oral.


Obat-obatan pertumbuhan rambut

Pasien alopecia areata juga dapat diberi resep obat-obatan yang dapat meningkatkan pertumbuhan rambut atau yang mempengaruhi sistem kekebalan. Beberapa di antaranya adalah minoxidil, dithranol, squaric acid dibutylester (SADBE), dan diphenylcyclopropenone (DPCP). Akan tetapi, meski dapat membantu pertumbuhan rambut, beberapa obat ini tidak dapat mencegah pembentukan pola bulat baru akibat kerontokan.


Meningkatkan kualitas perlindungan rambut

Selain diberikan obat untuk menangani alopecia areata, pasien juga akan disarankan untuk menjaga kualitas perlindungan rambut, seperti menggunakan tabir surya jika terkena matahari, menggunakan penutup kepala dari sinar matahari, dan menggunakan kacamata untuk melindungi mata dari sinar matahari dan kotoran yang biasanya dilindungi oleh alis dan bulu mata.


Ditinjau oleh dr. Vito Jonathan


Jika kamu mengalami rambut rontok dengan jumlah yang mengkhawatirkan, memiliki kondisi serupa dengan gejala aloopecia areata, atau sekadar ingin tahu lebih lanjut tentang kesehatan rambut dan kulit kepala, kamu dapat menghubungi dokter dengan mudah melalui fitur telekonsultasi dengan klik tombol dibawah ini.




Referensi:

Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Alopecia Areata


American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2022. HAIR LOSS TYPES: ALOPECIA AREATA SIGNS AND SYMPTOMS


Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know About Alopecia Areata


WebMD. Diakses pada 2022. Alopecia Areata


Prixa. Diakses pada 2022. Alopesia


Medical News Today. Diakses pada 2022. What's to know about alopecia areata?

 
Pesan antar farmasi prixa

0 views0 comments
bottom of page