top of page
Search

Alasan Orang-orang Tertentu Belum Terinfeksi Covid-19

Prixa.ai - 18 Maret 2022

Ditulis oleh Kumara Anggita

Alasan orang belum terinfeksi covid19

Prixa, Jakarta - Kabar gembira, pemerintah sudah mulai melonggarkan aturan-aturan di tempat umum! Artinya, situasi Covid-19 nampak sudah lebih membaik dibanding sebelumnya. Walaupun demikian, kita harus ingat kembali bahwa banyak sekali kerabat atau orang di dekat kita yang sudah terinfeksi mulai dari gejala ringan, sedang, parah atau sampai kematian. Kamu bgimana? Sudah pernah dinyatakan positif Covid-19 belum?


Jika belum, mungkin kamu bertanya-tanya mengapa kamu bisa lolos sampai sekarang. Berikut beberapa alasannya!


1. Kamu sudah vaksin dan taat protokol

Mungkin kamu sudah bosan dengan himbauan segera vaksin dan taat protokol, namun alat-alat ini memang sudah terbukti berhasil memberikan perlindungan dari penyakit menular. Jadi jika kamu belum pernah terinfeksi Covid-19 hingga saat ini, bisa jadi kami memang taat protokol dan sudah vaksin.


Ada beberapa langkah yang telah terbukti mengurangi penyebaran infeksi: vaksinasi secara efektif, memakai masker di dalam ruangan, dan menjaga jarak fisik,” kata Dr. Marie-Elizabeth Ramas, seorang dokter keluarga yang berbasis di New Hampshire yang dikutip dari Huffpost.


2. Kamu sungguh-sungguh mengisolasi diri

Dikutip dari Huffpost, beberapa orang memang lebih rentan mengalami dampak berbahaya saat terinfeksi Covid-19, misalnya orang yang menderita kanker, telah menjalani transplantasi organ, yang sedang menjalani kemoterapi atau yang sedang menjalani pengobatan imunosupresif. Karena itu, isolasi ketat adalah jalan satu-satunya yang bisa ditempuh.


3. Kamu tidak sadar kalau selama ini mungkin sempat terinfeksi Covid-19

Sebelum Covid-19 dinyatakan sebagai penyakit yang baru masuk di negaramu, bisa jadi kamu sudah terinfeksi tapi belum tahu bahwa yang kamu alami adalah Covid-19.


Survei CDC baru-baru ini terhadap mengecek lebih dari 70.000 sampel darah yang diambil selama Januari untuk mencari antibodi yang dihasilkan setelah infeksi covid-19 (bukan vaksin) dan menemukan bahwa sekitar 43% orang Amerika telah terinfeksi virus tersebut. Angka tersebut menunjukkan tingkat yang jauh lebih tinggi daripada jumlah kasus nasional yang disebutkan.


4.Transmisi rumah tangga tidak dilaporkan

Para peneliti mencoba untuk menentukan dengan tepat seberapa sering penularan di rumah terjadi. Akan tetapi, ini sulit untuk dijabarkan mengingat perilaku setiap rumah bervariasi. Misalnya, ada saja yang sudah dites positif dan perlu karantina tapi menutupinya.


Para peneliti memperkirakan bahwa kemungkinan besar penyebaran rumah tangga tidak dapat dihindari. Sebuah laporan CDC mengatakan bahwa selama omicron, sekitar 1 dari 2 orang dalam rumah tangga mengembangkan.


5. Kamu beruntung

Menerapkan protokol kesehatan yang ketat memang bisa membantu namun sejumlah orang bisa saja tetap tertular. Jadi, jangan sampai keberuntungan tersebut kamu salah gunakan sehingga kamu jadi sembarangan dan mengabaikan keberadaan Covid-19. Tetaplah jaga diri dan orang-orang di sekitarmu.


Hidup Mulai Normal, Gimana Sih Jaga Diri dan Orang Di Sekitar? Ketika hidup sudah sedikit demi sedikit lebih normal, kamu bisa menjaga diri dan orang-orang sekitar dengan beberapa cara seperti:


Jaga jarak yang aman

Dikutip dari laman Prixa, kamu perlu jaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter. Jika sedang sakit atau memiliki gejala-gejala yang bisa ditularkan kepada orang lain seperti bersin dan batuk, tetaplah berada di dalam rumah. Tak hanya itu, hindari kerumunan sebisa mungkin.


Tetap pakai masker dan hand sanitizer

Tetaplah pakai masker yang tepat saat keluar dan mencuci tangan dengan rutin. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan mencuci tangan dengan sabun dengan air sebagai cara paling efektif dalam mengurangi jumlah semua jenis kuman dan bahan kimia di tangan. Jika tidak ada, pakailah hand sanitizer dengan alkohol minimal 60 persen.


Jalani pola hidup sehat

Pola hidup sehat akan membantu menjaga imunitasmu. Menurut WHO, seseorang dengan pola makan seimbang cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dan risiko tertular penyakit yang lebih rendah. Menghindari makanan yang diproses setiap hari akan membantu kita mendapatkan vitamin, mineral, serat, protein, dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh.Tak hanya itu, berolahraga, memiliki pola tidur yang baik, dan mengatur stres juga akan membantu kamu menjaga imunitas tubuh saat risiko Covid-19 meningkat.


Ditinjau oleh dr. Vito Jonathan


Jika kamu merasa kurang enak badan setelah keluar dan takut kalau gejala yang kamu miliki adalah Covid-19, jangan ragu untuk kunjungi Prixa untuk telekonsultasi langsung dengan dokter Prixa dengan klik tombol dibawah ini ya! Selalu jaga kesehatan ya!


Referensi:

Huffpost. Diakses pada 2022. Why Some People Still Haven't Gotten COVID


Prixa. Diakses pada 2022. Tips Aman Masuk Kantor dan Sekolah Setelah Lonjakan Covid-19


Prixa. Diakses pada 2022. Jaga Jarak Aman (Social Distancing)

 
Waspada dan periksa gejala covid19 di prixa sekarang

0 views0 comments
bottom of page