The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai

Reaksi Stres Akut

Reaksi stres akut adalah kondisi stres setelah mengalami atau menyaksikan suatu kejadian traumatis.


Faktor Risiko

Bentuk kejadian traumatis dapat berbeda bergantung dengan kondisi psikologis, sosial, dan budaya.


Gejala dan Tanda

Orang dengan reaksi stres akut dapat mengingat peristiwa traumatis yang dialami atau disaksikan berulang-ulang, kehilangan minat dalam menjalani aktivitas sehari-hari, menghindari segala hal yang berkaitan dengan kejadian traumatis tersebut, menjadi cemas, gelisah, panik, mudah kaget, dan sulit tidur.


Penyebab

Reaksi stres akut disebabkan oleh ketidaksiapan psikis maupun biologis dalam mengalami dan menyaksikan suatu kejadian traumatis.


Penanganan Nonfarmakologis

Beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah:

1. Konseling

2. Rehabilitasi

3. Yoga

4. Meditasi


Penanganan Farmakologis

Orang dengan reaksi stres akut dapat mengonsumsi obat antidepresan yang diresepkan dokter.


Pencegahan

Untuk mencegah reaksi stres akut, penanganan emosi dan persepsi yang tepat setelah mengalami suatu peristiwa traumatis sangatlah penting.


Prognosis

Kesembuhan dari penderita bergantung pada ketepatan penanganan yang diterima.


Referensi

1. American Psychiatric Association. Diagnostic and statistical manual of mental disorders: DSM-5. 5th ed. Washington, DC: American Psychiatric Association; 2013

2. McFARLANE AC. The long-term costs of traumatic stress: intertwined physical and psychological consequences. World Psychiatry 2010;9:3–10. https://doi.org/10.1002/j.2051-5545.2010.tb00254.x.

3. Bryant RA. Acute stress disorder. Current Opinion in Psychology 2017;14:127–31. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2017.01.005.