Dermatitis Kontak Iritan

Dermatitis kontak iritan merupakan reaksi peradangan pada kulit akibat kontak dengan benda yang bersifat iritan.


Faktor Risiko

Faktor risiko terjadinya dermatitis kontak iritan adalah:

· Riwayat kontak dengan bahan iritan pada waktu tertentu

· Pasien bekerja sebagai tukang cuci, juru masak, kuli bangunan, montir, atau penata rambut

· Riwayat dermatitis atopik


Gejala dan Tanda

Gejala dermatitis kontak iritan meliputi rasa gatal dan timbulnya bercak kemerahan pada daerah yang berkontak dengan bahan iritan. Rasa gatal tersebut terkadang diikuti oleh rasa pedih, panas, dan terbakar.


Penyebab

Dermatitis kontak iritan disebabkan oleh kontak dengan bahan yang bersifat iritan seperti bahan pelarut, deterjen, minyak pelumas, asam, alkali, dan serbuk kayu.


Penanganan Nonfarmakologis

Untuk mengatasi penyakit tersebut, faktor risiko harus diidentifikasi terlebih dahulu. Jika sudah terkonfirmasi, maka Anda harus menghindari bahan iritan pencetus tersebut, baik yang bersifat kimia, mekanis, maupun fisis. Lalu Anda dapat mandi atau membersihkan diri dengan sabun dengan pH netral dan mengandung pelembab, serta memakai alat pelindung diri untuk menghindari kontak iritan saat bekerja.


Penanganan Farmakologis

Keluhan dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan berupa:

· Obat oles sebanyak 2 kali sehari, yaitu pelembab krim hidrofilik urea 10% atau kortikosteroid seperti krim desonid 0,05%.

· Obat telan seperti antihistamin hidroksizin 2 x 25 mg per hari selama maksimal 2 minggu, atau loratadin 1 x 10 mg per hari selama maksimal 2 minggu.


Pencegahan

Untuk mencegah dermatitis kontak iritan, beberapa hal dapat dilakukan:

· Konseling untuk menghindari bahan iritan di rumah saat mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

· Edukasi untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu bot.

· Memodifikasi lingkungan tempat bekerja agar bebas dari bahan iritan.


Prognosis

Dermatitis kontak iritan umumnya tidak berbahaya. Jika dapat teridentifikasi dengan cepat, penyakit tersebut dapat segera ditangani sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.


Rekomendasi Pemeriksaan Penunjang

Bila diperlukan, pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan adalah:

· Pemeriksaan kadar serum imunoglobulin E

· Kultur bakteri

· Uji kalium hidroksida (KOH)

· Patch test

· Biopsi kulit

· Kerokan kulit


Referensi

1. Brasch J, Becker D, Aberer W, et al. Guideline contact dermatitis: S1-Guidelines of the German Contact Allergy Group (DKG) of the German Dermatology Society (DDG), the Information Network of Dermatological Clinics (IVDK), the German Society for Allergology and Clinical Immunology (DGAKI), the Working Group for Occupational and Environmental Dermatology (ABD) of the DDG, the Medical Association of German Allergologists (AeDA), the Professional Association of German Dermatologists (BVDD) and the DDG. Allergo J Int. 2014;23(4):126–138. doi:10.1007/s40629-014-0013-5

2. Ale IS, Maibach HI. Irritant contact dermatitis. Reviews on Environmental Health 2014;29. https://doi.org/10.1515/reveh-2014-0060.

3. Fonacier L, Bernstein DI, Pacheco K, et al. Contact dermatitis: a practice parameter-update 2015. J Allergy Clin Immunol Pract. 2015 May-Jun. 3 (3 Suppl):S1-39.

The Plaza Office Tower, 20th Floor #F3

Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta 10350 Indonesia

©2019 prixa.ai