Search

6 Perilaku yang Bisa Buat Kamu Sering Lupa di Usia Muda

Prixa.ai - 27 Juni 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna


Prixa, Jakarta - Sering lupa biasanya dikaitkan dengan usia seseorang. Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi kemungkinan untuk mengalami kelupaan atau kepikunan. Akan tetapi, orang-orang yang lebih muda juga terkadang lupa akan sesuatu meskipun tidak separah lansia.


6 perilaku pemicu lupa

Lupa akan hal-hal tertentu memang normal karena setiap orang kadang-kadang mengalami lupa, tetapi jika terlalu sering lupa, kamu mungkin akan merasa frustasi. Tidak hanya itu, hal ini juga dapat memicu rasa takut akan penyakit-penyakit yang terkait dengan hilang ingatan (memory loss), seperti demensia dan Alzheimer. Jika kamu sering lupa, mungkin 6 hal di bawah ini adalah penyebabnya.


Kurang tidur

Dilansir dari Harvard Health Publishing, tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup adalah salah satu penyebab lupa yang sering diremehkan. Tidak memiliki waktu tidur yang berkualitas dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan kecemasan yang akan menyebabkan masalah dengan memori kamu. Kurang tidur juga dapat menurunkan kemampuan kamu untuk mempelajari hal-hal baru hingga 40% dan mempengaruhi bagian hipokampus pada otak yang berperan dalam membuat ingatan baru.


Psikolog Michele Goldman mengatakan bahwa waktu dan kualitas tidur yang buruk akan membuat seseorang menjadi pelupa karena informasi yang baru dipelajari tidak tersimpan pada memori jangka panjang, sehingga sangat mungkin untuk dilupakan atau hilang. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu mendapatkan tidur yang cukup untuk menjaga memori kamu, yaitu sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam.


Kurang melakukan aktivitas asah otak

Otak dan memori adalah dua hal yang harus terus digunakan dan dilatih. Jika tidak dilatih, kemampuan otak dan memori kemungkinan akan berhenti berkembang. Salah satu cara terbaik dan sederhana untuk menjaga atau bahkan meningkatkan kemampuan memori pada otak adalah dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang merangsang otak, seperti membaca, bermain puzzle, dan mempelajari hal-hal baru.


Kurang melakukan manajemen stres

Dikutip dari Very Well Mind, stres dapat mempengaruhi proses yang membentuk ingatan kamu. Saat mengalami stres, kamu cenderung lebih sulit untuk menciptakan ingatan jangka pendek dan mengubah ingatan tersebut menjadi ingatan jangka panjang. Tidak hanya itu, stres juga dapat menimbulkan kelelahan yang dapat menyebabkan gangguan kognitif kamu, termasuk masalah dengan perhatian, fokus, dan memori.


Untuk mencegah efek stres pada memori, kamu dapat melakukan manajemen stres yang dapat mengurangi stres yang sedang kamu alami. Kamu dapat mencoba teknik pernapasan, meditasi atau yoga, dan olahraga aerobik.


Terlalu banyak konsumsi alkohol dan merokok

Dikutip dari Healthline, alkohol mempengaruhi memori jangka pendek dengan memperlambat komunikasi antar saraf di hipokampus, sehingga ingatan sulit untuk dipertahankan. Tentunya, jika terus-terusan mengonsumsi alkohol tanpa batas tidak hanya mempengaruhi memori jangka pendek tetapi juga jangka panjang yang dapat meningkatkan risiko penyakit demensia dan Alzheimer.


Jika kamu ingin mengonsumsi alkohol tanpa risiko penurunan daya ingat, para ahli merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi lebih dari dua minuman setiap harinya untuk laki-laki dan tidak lebih dari satu untuk perempuan.


Selain alkohol, rokok juga mengandung zat-zat beracun yang dapat merusak sel-sel otak dan menghentikan pembentukan sel-sel baru di hipokampus. Sebaiknya kamu menghindari rokok sepenuhnya jika ingin mempertahankan daya ingat.


Kurang olahraga

Menurut psikoterapis Valentina Dragomir, olahraga tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik tetapi juga memori. “Olahraga meningkatkan aliran darah ke otak dan membantu melindungi sel-sel pada otak.” Tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup juga dikaitkan dengan penipisan beberapa daerah pada otak yang berperan penting untuk memori.


Untuk menjaga kemampuan otak dalam mempertahankan memori, kamu tidak harus berolahraga berat. Selama dilakukan secara teratur, olahraga dengan intensitas sedang, seperti berlari dan berjalan santai, juga dapat membantu mencegah kebiasaan lupa.


Kurang konsumsi makanan yang meningkatkan fungsi otak

Harvard Medical School merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan-makanan tertentu yang dapat meningkatkan fungsi otak, termasuk sayuran berdaun, ikan berlemak, buah-buah beri, teh atau kopi, dan kenari, untuk menjaga fungsi otak dalam menyimpan memori. Selain itu, makanan-makanan anti-inflamasi lainnya, seperti tomat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun, juga dapat menjaga fungsi otak.


Ketika kamu kurang mengonsumsi makanan-makanan tersebut, kemungkinan kemampuan otak juga akan terpengaruh. Tidak hanya itu, makanan juga dapat mempengaruhi kondisi fisik, mental, dan emosional kamu. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memastikan bahwa makanan-makanan tersebut ada di diet kamu.


Ditinjau oleh Psikolog Klinis Yulius Steven


Jika kamu kelupaan kamu berlanjut, sebaiknya kamu segera konsultasi dengan dokter untuk mencegah masalah memori jangka panjang. Kamu dapat menggunakan fitur telekonsultasi di Prixa untuk segera mendapatkan solusi terbaik untuk memori kamu. Yuk tekan tombol di bawah ini!

Referensi:

Harvard Health Publishing. Diakses pada 2022. 7 Common Causes of Forgetfulness


Huffington Post. Diakses pada 2022. 10 Common Behaviors that Are Making You More Forgetful


Healthline. Diakses pada 2022. How Alchohol Is Linked to Memory Loss


Very Well Mind. Diakses pada 2022. How Stress Works With and Against Your Memory


 

Periksa Gejala di Prixa Aja



2 views0 comments

Recent Posts

See All