top of page
Search

5 Gejala Sinusitis yang Perlu Kamu Ketahui

Prixa.ai - 17 Maret 2022

Ditulis oleh Zalfa Imani Trijatna

Gejala sinusitis

Prixa, Jakarta - Sinusitis tidak lagi menjadi istilah asing di telinga karena lebih dari 2 juta orang di Indonesia terdiagnosis sinusitis setiap tahunnya. Menariknya, beberapa orang bahkan tidak menyadari penyakit ini sudah ada sejak lama di tubuhnya. Karena itu, kenali dulu yuk gejala-gejalanya. Jangan sampai pilek, pusing, dan nyeri yang ada kamu biarkan begitu saja.


Dilansir dari WebMD, sinusitis atau infeksi sinus adalah peradangan atau pembengkakan akibat infeksi bakteri atau virus pada rongga-rongga atau jaringan di sekitar hidung yang melapisi sinus. Sinus sendiri adalah rongga di dalam tulang di antara mata, belakang tulang pipi, dan dahi yang menghasilkan lendir yang melembabkan bagian dalam hidung dan melindungi hidung dari debu, allergen, dan polutan. Meski merupakan penyakit yang sangat umum, bukan berarti sinusitis dapat dianggap remeh. Sinusitis, terutama sinusitis kronik dapat memberi rasa sakit yang hebat bagi penderitanya.


Rasa nyeri dan tekanan pada sinus

Dikutip dari Medical News Today, cairan dalam sinus yang mengisi rongga sinus dapat menimbulkan rasa sakit atau pembengukakan dan tekanan yang hebat. Ketika ini terjadi, sinus akan menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan.


Kamu akan merasakan sakit pada daerah-daerah tertentu seperti pipi, daerah sekitar mata dan hidung, atau dahi. Rasa sakit ini tidak hanya muncul saat disentuh, bahkan ketika kamu membungkuk. Kamu juga mungkin akan mengalami kesulitan tidur akibat tekanan dan rasa sakit yang cukup kuat.


Lendir berwarna cerah

Ketika kamu mengalami infeksi sinus, kamu mungkin menyadari bahwa lendir yang kamu keluarkan saat batuk berdahak berdahak berwarna hijau atau kuning dan berwarna cerah jika keluar dari hidung. Perubahan warna pada lendir ini disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur yang berada pada lendir.


Hidung tersumbat

Sinusitis merupakan kondisi yang menyebabkan produksi lendir menjadi lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, kamu juga akan sering mengalami hidung tersumbat. Saat hal ini terjadi, kamu akan kesulitan bernapas melalui hidung. Hidung yang tersumbat juga dapat mengganggu indera penciuman dan pengecap yang menyebabkan kamu tidak dapat mencium atau merasakan sesuatu sebaik biasanya.


Jika infeksi sinus berlangsung pada jangka waktu yang lama, lendir berlebih dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan yang menimbulkan rasa sakit pada tenggorokan yang kuat dan suara serak.


Sakit kepala sinus

Sakit kepala juga merupakan salah satu gejala sinusitis yang perlu kamu perhatikan. Dilansir dari Healthline.com, sakit kepala sinus disebabkan oleh tekanan terus-menerus dan pembengkakan pada sinus. Biasanya, kamu mungkin mengalami sakit kepala paling parah di pagi hari karena cairan yang menyebabkan penyumbatan pada saat kamu tidur.


Rasa sakit kepala yang timbul akibat sinusitis dapat bertambah buruk ketika kamu mengubah posisi kepala secara tiba-tiba. Selain pada kepala, sinusitis juga dapat menyebabkan rasa sakit pada telinga, gigi, rahang, dan pipi.


Demam

Meski tidak seumum gejala lainnya, demam juga dapat menjadi tanda bahwa kamu mengalami sinusitis. Tak beda dengan demam pada umumnya, demam saat sinusitis terjadi karena adanya infeksi, yaitu pada sinus.


Menurut Healthline.com, demam akibat infeksi sinus biasanya berada dalam tingkat rendah, yaitu antara 38 hingga 39,4°C. Demam merupakan sinyal bahwa tubuh sedang melawan virus atau infeksi bakteri dan jamur.


Penanganan sinusitis

Ketika gejala ini terjadi padamu, kamu dapat melakukan beberapa hal yang dapat meredakan infeksi pada sinus, seperti istirahat yang cukup, menghirup uap dari air panas untuk menjaga kelembaban sinus, dan melakukan cuci hidup dengan larutan NaCl 0,9% dengan petunjuk dokter.


Obat-obatan tertentu juga dapat kamu konsumsi untuk menangani sinusitis. Kamu dapat mengonsumsi parasetamol 500mg sebanyak 1-2 tablet, 3-4 kali sehari untuk mengurangi nyeri, menggunakan saline nasal spray atau kortikosteroid hidung, dan mengonsumsi dekongestan atau antibiotik yang diberikan sesuai rekomendasi dokter.


Kapan harus ke dokter?

Jika kamu telah mencoba cara penanganan sinusitis seperti di atas tetapi gejala yang kamu alami tidak kunjung hilang bahkan memburuk, sebaiknya kamu mengunjungi dokter. Kamu juga sebaiknya segera ke dokter ketika gejala-gejala lain, seperti penglihatan ganda, kemerahan di sekitar mata, dan kaku leher, mulai muncul.


Ditinjau oleh dr. Vito Jonathan


Konsultasi dengan dokter dapat kamu lakukan dengan sangat mudah sekarang, lho. Fitur telekonsultasi Prixa bisa jadi pilihan kamu untuk menghubungi dokter mengenai kondisi kamu, termasuk kondisi gejala sinusitis. Yuk, segera Prixa gejala tanpa kendala hanya dengan klik tombol dibawah ini!



Referensi:

Bennett JE, et al., eds. Sinusitis. In: Mandell, Douglas, and Bennett's Principles and Practice of Infectious Diseases. 8th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2015.


Sadariskar, S.Ked., A. A. (2019, November 18). Sinusitis. Prixa.ai.


WebMD. Diakses pada 2022. What is Sinusitis?


Medical News Today. Diakses pada 2022. 11 Symptoms of Sinus Infection


Healthline. Diakses pada 2022. Sinus Infection (Sinusitis): What It Is, Symptoms, and More

 
Periksa gejala tanpa kendala di prixa sekarang



0 views0 comments
bottom of page