Search

12 Tahap Burn out, Kamu yang Mana?

Prixa.ai - 14 April 2022

Ditulis oleh Kumara Anggita

Tahapan saat mulai burn out

Prixa, Jakarta - Ada masanya ketika kita merasa sibuk dan lelah banget. Ini bisa tejradi karena membantu orang sekitar, kerjaan yang menumpuk di kantor, mengurus keluarga sampai kita tidak sempat untuk beristirahat atau bersantai. Fenomena ini sering disebut dengan burn out.


WHO menyebutkan bahwa burn-out termasuk dalam 11th Revision of the International Classification of Diseases (ICD-11) sebagai fenomena pekerjaan. Burn out tidak diklasifikasikan sebagai kondisi medis.


Dikutip dari WebMD beberapa tanda yang perlu diwaspada adalah:

  1. Perasaan kehabisan energi atau Kelelahan.

  2. Secara mental menjauh dari pekerjaan atau muncul perasaan negativisme atau sinisme yang terkait dengan pekerjaan.

  3. Performa menurun di pekerjaan.

Gejala-gejala tersebut tidak datang tiba-tiba karena umumnya ada proses yang biasan ya dilewati oleh para pekerja. Dikutip dari Healthline, Psikolog Herbert Freudenberger dan Gail North telah menguraikan 12 fase sindrom stres ini sebagai berikut:


1. Dorongan atau ambisi yang berlebihandi awal pekerjaan

Pekerjaan baru bisa mendorong orang untuk menjadi lebih ambisius atau bahkan sampai berlebihan untuk pembuktian diri. Pola seperti ini lama kelamaan bisa menyebabkan kelelahan.


2. Mendorong diri untuk bekerja lebih keras

Ambisi tersebut biasanya akan mendorongmu untuk bekerja lebih keras sampai kamu jadi mengabaikan kebutuhan sendiri.


3. Mengorbankan kebutuhanmu

Kamu jadi mengorbankan tidurmu, makan sembarangan, tidak olahraga lagi, dan bersenang-senang.


4. Perpindahan konflik

Kamu tidak mau mengakui bahwa kamu terlalu banyak bekerja. Hasilnya, kamu jadi menyalahkan atasan, pekerjaan, rekan kerja, dan situasi yang ada.


5. Tidak ada waktu untuk kebutuhan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan

Sesuatu yang bukanlah berkaitan dengan pekerjaan kamu anggap tidak penting. Kamu mencari cara untuk tidak menghondarinya.


6. Denial

Kamu cenderung menyangkal masalah yang sedang kamu alami, pemikiran pun menjadi kurang fleksibel sehingga penyelesaian masalah menjadi kurang efektif. Salah satu contoh di lingkungan pekerjaan yang bisa diacu adalah kamu jadi tidak mampu bersabar lagi dengan orang-orang di sekitar. Kamu jadi menyalahkan orang lain dengan alasan mereka tidak kompeten, malas, atau tidak serius.


7. Menarik diri

Kamu mulai menarik diri dari orang-orang terdekatmu. Undangan dari mereka untuk bersantai atau bersenang-senang jadi lebih terasa sebagai beban daripada hiburan.


8. Perubahan perilaku

Perilaku jadi berubah menjadi lebih mudah frustrasi atau marah. Kamu jadi lebih sering membentak orang yang dicintai tanpa alasan.


9. Depersonalisasi

Kamu merasa semakin jauh dan terlepas dari hidupmu yang dulu. Rasanya seperti tidak mampu lagi mengendalikan hidup.


10. Kekosongan atau kecemasan

Kamu mulai mempertanyakan apa arti hidup yang kamu jalani, rasanya begitu kosong dan hari-hari pun dipenuhi dengan kecemasan. Hasilnya, untuk mengisi perasaan kosong tersbut, kamu mencari sensasi dengan terlibat dalam perilaku berisiko seperti penggunaan narkoba, perjudian, atau makan berlebihan.


11. Depresi

Hidup kehilangan maknanya dan kamu mulai merasa putus asa.


12. Kehancuran mental atau fisik

Ketika tidak diperbaiki dan dibantu, kesehatan mental dan fisik pun menjadi terancam. Studi menunjukkan bahwa burn out bisa menurunkan sistem imun tubuh sehingga kamu jadi mudah sakit. Tak hanya itu, kondisi ini juga merentankan kondisi kesehatan mental, seperti depresi, dan kecemasan. Perhatian medis mungkin diperlukan.


Ditinjau oleh Psikolog Klinis, Yulius Steven


Pastikan bahwa kamu tidak langsung mendiagnosis diri sendiri bahkan jika kondisi ini sudah menganggu aktivitas sehari-hari. Berkonsultasilah dengan psikolog yang terpercaya di Prixa hanya dengan klik tombol di bawah ini. Yuk tunggu apa lagi?


Referensi:

WebMD. Diakses pada 2022. Burnout: Symptoms and Signs


World Health Organization. Diakses pada 2022. Burn-out an "occupational phenomenon": International Classification of Diseases


Healthline. Diakses pada 2022. A Guide to Burnout

 
Curhat dan cari solusi bersama prixa sekarang

12 views0 comments

Recent Posts

See All